Monday, December 03, 2007

40 Perusahaan Besar Investasi Sawit

Jumat, 07-09-2007 | 02:11:24

* Luas Lahan Sekitar 243 Ribu Hektare

BANJARMASIN, BPOST - Sebanyak 40 perusahaan

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berskala

besar dan Penanaman Modal Asing (PMA) menanamkan

investasinya pada perkebunan kelapa sawit di

daerah ini, sampai Pertengahan 2007.

Kepala Dinas Perkebunan Kalsel, Ir Haryono,

kemarin, mengatakan besarnya minat perusahaan

tersebut menanamkan investasinya perkebunan

perkebunan sawit karena potensinya masih cukup

besar, ditambah dukungan kuat dari pemerintah

daerah setempat.

Pemerintah Provinsi Kalsel, lanjut dia, telah

mencadangkan lahan seluas 430 ribu hektare untuk

pengusaha besar pemegang hak guna usaha (HGU),

dari target seluas 1,086 juta hektare.

Dari 40 perusahaan tersebut, 32 perusahaan di

antaranya telah aktif melaksanakan penanaman

kelapa sawit, dengan luas lahan yang telah

ditanam mencapai sekitar 243 ribu hektare.

Sedangkan delapan perusahaan lainnya, masih dalam

proses pengurusan HGU, izin prinsip, maupun izin

lokasi.

Ia mengharapkan, cadangan perkebunan kelapa sawit

akan mendapat tambahan minimal 500 ribu hektare

menyusul adanya perubahan tata ruang Pemprop

Kalsel.

Haryono mengungkapkan, saat ini potensi

perkebunan baik kelapa sawit maupun karet

memiliki nilai ekonomi dan prospek komoditi yang

cukup cerah.

Sayangnya, dibanding daerah lain, seperti Kalteng

dan Kaltim, luasan lahan di Kalsel jauh lebih

kecil, sehingga perlu terobosan baru untuk

menjadikan Kalsel sebagai kawasan agro industri.

Saat ini tambahnya, Kalsel sedang mempersiapkan

pengembangan perusahaan CPO dan komoditas

lainnya, yang bahan bakunya diambil dari beberapa

provinsi tetangga. Untuk mewujudkan hal tersebut,

beberapa perusahaan telah siap menanamkan

investasinya di Kalsel.

Sementara itu, beberapa daerah yang masih

potensial untuk perkebunan kelapa sawit

diantaranya, Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru,

Tabalong, Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten

Banjar. ant

Investor Hanya Garap Lahan Rawa

Kamis, 06-09-2007 | 01:56:00

KANDANGAN, BPOST - Meski izin usaha perkebunan kelapa sawit sudah dikeluarkan oleh Bupati HM Safii tahun 2005 lalu, investor belum bisa melaksanakan penanaman.

Mereka masih membangun drainase dan jalan menuju areal perkebunan, karena lokasinya merupakan lahan rawa-rawa yang perlu penanganan serius sebelum bibit ditanam.
Pemkab HSS, 2006 lalu membantu bibit sawit di daerah kering seluas 1.000 hektare. Sumber dananya berasal dari APBD kabupaten dan dana sharing APBN-APBD provinsi. Sedangkan investor yang ingin menanamkan modalnya dapat menggarap lahan rawa.
Sejauh ini baru satu investor sawit yang menanamkan modalnya di HSS. Areal yang ditanami berupa kebun inti rencananya seluas 10.000 hektare. Sedangkan untuk plasma seluas 2.000 hektare.
“Mereka hanya boleh menggarap lahan rawa-rawa. Sedangkan pada lahan kering atau di tanah khusus kebun rakyat dikelola warga difasilitasi Pemkab HSS,” kata Hj Erni Wahidah, Kabid Budidaya, Dinas Kehutanan, Selasa (4/9).
Perusahaan yang sudah masuk saat ini, jelas Erni sedang melaksanakan pengerukan sungai dan badan jalan. Mereka menggarap di lahan rawa di Kecamatan Kandangan, Angkinang, Simpur dan Kalumpang.                
“Pekerjaannya pembibitan di Desa Lungau, Kecamatan Kandangan,” ujarnya. Tahun 2007, pemkab menambah areal tanaman sawit di kebun rakyat seluas 450 hektare, di Kecamatan Loksado dan Padang Batung.
“Kalau di lahan rawa atau basah agak sulit pengelolaannya, sehingga Pemkab HSS mengizinkan investor menggarap lahan basah itu. Jika dikelola pemkab, akan memerlukan biaya besar,” imbuhnya. ck2

Swasta Kuasai Perkebunan Kalsel

Kamis, 1 November 2007

BANJARMASIN ,- Hampir 54 persen kawasan perkebunan di Kalsel adalah perkebunan besar yang dikelola pihak swasta. Di tahun 2006 lalu saja, ada sekitar 531.913,63 hektare lahan perkebunan di provinsi ini yang dikelola perusahaan swasta.

Data tersebut di atas telah disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kalsel Ir Haryono, pada seminar produk UKM Ekspor, baru-baru tadi di Bank Indonesia Banjarmasin.

Menurut Haryono, perusahaan perkebunan besar swasta saat ini memang paling mendominasi perkebunan di Kalsel. ”Setelah itu perkebunan rakyat dan perkebunan besar negara,” katanya.

Untuk pengelolaan swasta yang hak guna usahanya aktif, ada sekitar 38 perusahaan perkebunan. ”Sedangkan hak huna usaha yang terlantar ada 7 perusahaan perkebunan dan izin lokasi sebanyak 24 perusahaan perkebunan,” jelasnya.

Kondisi komoditas unggulan perkebunan ini kebanyakan ada di sektor kelapa sawit dan karet. Sedangkan komoditas perkebunan lainnya yang sedang dikembangkan adalah kopi, kakao, cengkeh, lada, nilam dan ilang-ilang.

“Untuk kelapa sawit, areal perkebunannya di Kalsel cukup besar. Yaitu sekitar 243.451 hektare. Yang terbanyak ada di Kotabaru, Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu. Ditargetkan tahun 2008 nanti bisa meningkat menjadi 300 hektare,” katanya.

Yang menggembirakan, prospek pengembangan kelapa sawit sangat menjanjikan. Apalagi kalau di Kalsel berhasil dibangun pabrik minyak goreng yang tentunya akan meningkatkan nilai jual hasil perkebunan kelapa sawit Kalsel.

Diinformasikan Haryono, sekarang ini ada beberapa pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kalsel. Misalnya, Sinar Mas Group yang merupakan pabrik pengolahan kelapa sawit terbesar di Kalsel dengan tiga pabrik, yaitu di Batu Ampar, Sei Kupang dan Senakin.

“Total jenderal ada 14 pabrik pengolahan kelapa sawit yang beroperasi di Kalsel, dengan total rata-rata produksi perbulannya mencapai 6.212 ton,” pungkasnya. (sya)


  [ Kembali ]  [ Atas ]