Wednesday, June 18, 2008

Industri Sawit Tingkatkan Ekspor

Minggu, 27-04-2008 | 00:35:05

BANJARMASIN, BPOST - Ekspor produk kelapa sawit asal Kalimantan Selatan (Kalsel) meningkat tajam sekitar 259 persen. Dari ekspor mencapai 8,95 juta kilogram pada Januari-Maret 2007 menjadi 32,09 juta kilogram pada periode yang sama 2008.

Kepala Seksi Ekspor hasil Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gt Yasni Iqbal di Banjarmasin, Senin (21/4), mengungkapkan, peningkatan ekspor terjadi pascaberoperasinya lima pabrik minyak kelapa sawit (CPO) di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru.

"Sejak dua tahun terakhir ada sekitar lima perusahaan CPO telah beroperasi di Kalsel, sehingga mampu mendongkrak volume ekspor hingga beberapa kali lipat," tambahnya.

Peningkatan volume ekspor kelapa sawit tersebut, juga mendongkrak nilai ekspor dari sebelumnya hanya 1,45 juta dolar AS menjadi 29,47 juta dolar AS.

"Meningkatnya nilai ekspor tersebut terjadi selain karena kenaikan volume ekspor, didongkrak oleh harga minyak dunia yang terus melambung beberapa bulan terakhir," kata Iqbal. (ant)

Impikan Pabrik Minyak Goreng

Jumat, 11-04-2008 | 00:45:15

BATULICIN - Harga minyak goreng yang terus meroket dan kerap langka di Batulicin, membuat pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) berniat mendirikan pabrik pengolah minyak goreng tersebut.

Kabid Perdagangan, Disperindakop Tanbu, Suhartoyo mengatakan, rencana itu sudah lama ingin diwujudkan, namun masih menunggu investor. Pemkab pernah menyampaikan ke Pemprov Kalsel, agar di kabupaten ini bisa berdiri pabrik tersebut.

Apalagi, lanjut Suhartoyo, Tanbu didukung perkebunan sawit yang luasnya mencapai 10 ribu hektare. Karena itu, layak dibangun pabrik pengolahnya hingga menjadi minyak goreng siap pakai.

"Kalau kebun sawitnya sangat luas. Persoalannya, ya pabrik tadi,"imbuhnya. Jika bisa memproduksi minyak goreng, lanjutnya, selain bisa menekan melonjaknya harga juga mengatasi kelangkaan serta mengurangi biaya produksi, khususnya di sektor transportasi selain menciptakan lapangan kerja.

Selama ini upaya menekan lonjakan harga, hanya dengan operasi pasar, termasuk subsidi dari pemerintah. Namun belum bisa mengatasi masalah. (coi)

Warga Protes Perusahaan Sawit

Sabtu, 19-04-2008 | 01:08:10

RANTAU, BPOST - Warga dua desa di Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin memprotes perusahaan kelapa sawit yang akan membuka areal perkebunan.

Kepala Desa Pematang Karangan, Syahrui dan Kepala Desa Pandaan, Saipi Kamis (17/4) menyebutkan,  pihaknya sudah menyampaikan surat keberatan itu kepada Bupati Tapin, Idis Nurdin Halidi, 12 April 2008 lalu.

Keberatan yang diajukan warga di antaranya terkait Surat Keputusan Bupati Tapin Nomor 71 tahun 2007, tentang Izin Lokasi Rencana Areal Perkebunan Sawit PT Putra Bangun (PBB).

Permohonan izin lokasi PT PBB meliputi areal di lima desa yaitu Desa Pematang Karangan dan Desa Pandahan. Keduanya masuk Kecamatan Tapin Tengah. Sedangkan tiga desa lainnya, Kaladan, Sungai Salai dan Desa Sungai Salai Hilir masuk Kecamatan Candi Laras Utara (CLU).

Berdasarkan kondisi di lapangan, seluruh areal di tiga desa di Kecamatan CLU sudah terdapat kegiatan masyarakat, sehingga tidak memungkinkan bagi perusahaan itu memperoleh areal hak guna usaha (HGU).

Sedangkan areal lahan di dua desa di Kecamatan Tapin Tengah juga sudah ada kegiatan masyarakat berupa pebukaan lahan untuk kebun karet dan pantung. “Karena itu sisa lahan di dua desa kami tidak memungkinkan untuk areal lahan PT PBB,” kata Kades mengutif surat protes itu.

Warga meminta agar sisa lahan di kedua desa itu tak digarap perusahaan sawit itu, karena digunakan warga sebagai cadangan areal plasma dengan PT Kharisma Inti Usaha (PT KIU) untuk masyarakat. 

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tapin, Yusriansyah mmengakui mendapat laporan warga mengenai masalah tersebut. “Senin (21/4) kami bersama investor, tokoh masyarakat dan camat meninjau lokasi yang dipermasalahkan itu,” katanya.(ck2)