Kamis, 07 September 2006 01:34:18
Paringin, BPost - Selama 2006, Pemkab Balangan melakukan peremajaan tanaman karet seluas 1.000 hektare untuk mengganti tanaman yang sudah tua dan tidak produktif lagi. dengan membagikan bibit gratis kepada petani karet yang tersebar di seluruh kecamatan.
Berdasarkan data di Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Lingkungan Hidup (KPLh) setempat, tahun 2005 luas areal perkebunan karet yang ada seluas 30.846 hektare.
Tanaman karet yang sudah tua dan rusak seluas 5.708 hektare, sehingga tak menghasilkan lagi, 5.466 hektare di antaranya merupakan tanaman karet muda yang belum menghasilkan (TBM). Sementara tanaman karet yang masih produktif seluas 19.672 hektar.
Dengan kondisi itu, produksi karet di Kabupaten Balangan tahun 2005 sebesar 24.066 ton dengan jumlah petani sebanyak 20.318 kepala keluarga.
Kepala Dinas KPLh Akhmad Effendi mengatakan, program peremajaan terhadap 5.708 tanaman tua yang tak produktif itu dilakukan bertahap, ditargetkan tuntas hingga tahun 2010.
Disebutkan, sektor perkebunan karet merupakan pendapatan utama warga, selain pertanian padi.
Dalam kondisi normal (tidak kekeringan), satu hektare lahan menghasilkan 30 kilogram karet alam per hari. Pendapatan petani mencapai Rp150.000 per hari.
Namun di musim kemarau ini produksi karetnya menurun menjadi 18-19 kg per hari, sehingga pendapatan petani pun berkurang.
Di Balangan, areal perkebunan karet tersebar di seluruh kecamatan. Namun yang terluas di Kecamatan Awayan yang mencapai 10.007 hektare. han
Copyright © 2003 Banjarmasin Post
Kumpulan kliping WALHI Kalsel yang bersumber dari media massa di Kalimantan Selatan dengan issue perkebunan besar.
Showing posts with label ekodjatmiko. Show all posts
Showing posts with label ekodjatmiko. Show all posts
Saturday, October 07, 2006
Koperasi Akan Kelola Sawit
Kamis, 07 September 2006 01:59:34
Banjarmasin, BPost, Guna merehabilitasi lahan tandus 1.000 hektare di desa transmigrasi Sabuhur, Pelaihari, Tanah Laut, masyarakat setempat melalui Koperasi Merantih Jaya mengusulkan penggunaan sebagian lahan untuk perkebunan sawit.
Indra Muchlis, Manager Operasional Koperasi Merantih Jaya kepada BPost kemarin mengatakan, rencana tersebut telah disetujui Kepala Desa Sabuhur. Saat ini telah terkumpul sebanyak 250 sertifikat atas lahan yang akan digunakan yang dikumpulkan secara sukarela oleh warga.
Menurut Indra rencana tersebut sudah dikonsultasikan dengan sejumlah pihak terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop) Kabupaten Tanah Laut (Tala). Bahkan kemarin ia dan seorang rekannya berkonsultasi dengan Asisten I Pemprov Kalsel, Fitri Rifani untuk mendapatkan dukungan.
Namun setelah BPost mengkonfirmasi balik, Fitri mengatakan Pemprov belum bisa memberikan tanggapan. Karena itu Indra dan kawan-kawan diminta mengurus rekomendasi dari sejumlah dinas seperti Transmigrasi, Koperasi dan Perkebunan di kabupaten setempat terlebih dahulu.
Dijelaskan Indra, rencananya lahan 1.000 hektare itu dibagi dua. Sekitar 500 hektare akan digarap sebagai kebun sawit oleh warga transmigran di Desa Baulin Sabuhur, sisanya diserahkan ke pemerintah untuk dijadikan lahan transmigran baru bagi korban bencana gempa di Jogyakarta.
Sementara itu Bupati Tanah Laut, Adriansyah atau biasa disapa Aad mengakui pihaknya sangat mendukung keberadaan perkebunan sawit. Kendati demikian ia meminta agar rencana masyarakat Sabuhur melalui Koperasi Merantih Jaya dapat dimatangkan dulu sebelum berkonsultasi ke Pemprov.nda
Copyright © 2003 Banjarmasin Post
Banjarmasin, BPost, Guna merehabilitasi lahan tandus 1.000 hektare di desa transmigrasi Sabuhur, Pelaihari, Tanah Laut, masyarakat setempat melalui Koperasi Merantih Jaya mengusulkan penggunaan sebagian lahan untuk perkebunan sawit.
Indra Muchlis, Manager Operasional Koperasi Merantih Jaya kepada BPost kemarin mengatakan, rencana tersebut telah disetujui Kepala Desa Sabuhur. Saat ini telah terkumpul sebanyak 250 sertifikat atas lahan yang akan digunakan yang dikumpulkan secara sukarela oleh warga.
Menurut Indra rencana tersebut sudah dikonsultasikan dengan sejumlah pihak terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop) Kabupaten Tanah Laut (Tala). Bahkan kemarin ia dan seorang rekannya berkonsultasi dengan Asisten I Pemprov Kalsel, Fitri Rifani untuk mendapatkan dukungan.
Namun setelah BPost mengkonfirmasi balik, Fitri mengatakan Pemprov belum bisa memberikan tanggapan. Karena itu Indra dan kawan-kawan diminta mengurus rekomendasi dari sejumlah dinas seperti Transmigrasi, Koperasi dan Perkebunan di kabupaten setempat terlebih dahulu.
Dijelaskan Indra, rencananya lahan 1.000 hektare itu dibagi dua. Sekitar 500 hektare akan digarap sebagai kebun sawit oleh warga transmigran di Desa Baulin Sabuhur, sisanya diserahkan ke pemerintah untuk dijadikan lahan transmigran baru bagi korban bencana gempa di Jogyakarta.
Sementara itu Bupati Tanah Laut, Adriansyah atau biasa disapa Aad mengakui pihaknya sangat mendukung keberadaan perkebunan sawit. Kendati demikian ia meminta agar rencana masyarakat Sabuhur melalui Koperasi Merantih Jaya dapat dimatangkan dulu sebelum berkonsultasi ke Pemprov.nda
Copyright © 2003 Banjarmasin Post
Keluhkan Debu Sawit
Sabtu, 07 Oktober 2006 00:55:51
KOTABARU - Warga Dusun Binturung, Desa Bakau Pamukan Utara mengeluhkan debu jalanan yang ditimbulkan truk angkutan sawit ketika melintas kawasan poros jalan.
Debu poros jalan sawit itu mengganggu kesehatan warga terutama di musim kemarau. Pihaknya sudah beberapa kali melaporkan masalah itu ke perusahaan sawit, namun sampai sekarang tak ada tanggapan, kata Riyono, warga setempat.
Disebutkan, perusahaan kelapa sawit yang melintasi jalan desa itu adalah PT Minamas, PT Laguna dan PT Alam Raya. Warga tidak menuntut banyak, hanya minta agar perusahaan melakukan penyiraman poros jalan agar tidak berdebu.
Tak heran jika setiap hari warga desa menutup pintunya rapat-rapat setiap hari, karena debunya menempel dan masuk ke rumah warga. dhs
KOTABARU - Warga Dusun Binturung, Desa Bakau Pamukan Utara mengeluhkan debu jalanan yang ditimbulkan truk angkutan sawit ketika melintas kawasan poros jalan.
Debu poros jalan sawit itu mengganggu kesehatan warga terutama di musim kemarau. Pihaknya sudah beberapa kali melaporkan masalah itu ke perusahaan sawit, namun sampai sekarang tak ada tanggapan, kata Riyono, warga setempat.
Disebutkan, perusahaan kelapa sawit yang melintasi jalan desa itu adalah PT Minamas, PT Laguna dan PT Alam Raya. Warga tidak menuntut banyak, hanya minta agar perusahaan melakukan penyiraman poros jalan agar tidak berdebu.
Tak heran jika setiap hari warga desa menutup pintunya rapat-rapat setiap hari, karena debunya menempel dan masuk ke rumah warga. dhs
Subscribe to:
Posts (Atom)